hari ini seperti hari2 lain di bumi Allah…seperti hari2 lain dengan nikmat Allah yg berlimpah..untuk semua makhlukNya..Yaa Arhamarraahimiin…Wahai Yang Maha pengasih dan Penyayang…Sang Maha Pencinta..bagi hambanya yang bersujud…
hari ini nikmat Allah sungguh berlebih…hingga ingin rasanya kulewati hari ini hanya dengan bersujud..bersujud..bersujud… (-.-)
Terimakasih Ya Robbana…begitu banyak perhatian dan doa…ya..
Semoga Engkau Ijabah semua doa Yaa Robbana…kabulkan doa kami Yaa Kariim..aamiin Allahumma aamiin..
Wahai Yang Maha Mulia…muliakanlah saudara2ku seiman…sahabat2ku..beri kami kelapangan hati menerima semua ketetapanMu…beri kami kesempatan yang sebesar-besarnya utnuk terus mendekat..dan mendekat kepadaMu My Robbiy…
Ya Allah..
di umurku yang semakin berkurang, jangan Kau biarkan kecintaanku padaMu berkurang Ya Robbana…jadikan setiap helaan nafasku, setiap langkah dan bisikan hatiku adalah ibadah kepadaMu..adalah zikir…adalah pernyataan cintaku padaMu…
Ya Robbiy,
bila tiba waktu di ujung nafasku..panggil aku pulang saat basah bibir dan hatiku dengan namaMu Ya Robbana…basah anggota wudhuku dengan tetesan air RahmatMu….Oh Robbiy, panggil aku dalam sujud..dalam cinta yang sempurna untukMu…aamiin Yaa Allah..kabulkanlah..kabulkanlah..karena sesungguhnya Engkau Maha mengabulkan semua doa…jika bukan kepadaMu..kemana lagi kami harus meminta..Yaa Robbiy..Ya Dzaljalali Wal Ikhram..Wahai yang Maha memiliki Keluhuran dan Kemuliaan…cintai hamba..cintai keluarga hamba..cintai sahabat2 ku seiman..aamiin…
Selasa, 26 Oktober 2010
Selasa, 20 April 2010
Memaknai Hari Ulang Tahun
"Dan kelak, yang paling penting, bukan berapa lama tahun yang kamu
lewati. Tetapi, bagaimana kamu menjalani kehidupanmu sepanjang tahun-
tahun tersebut."
-- Abraham Lincoln, mantan Presiden Amerika Serikat
APA yang akan Anda lakukan kalau tiba-tiba dokter memvonis hidup
kita tak akan lama lagi? Biar pun si dokter itu bukan Tuhan yang
bisa menentukan kapan saja hidup kita berakhir, tetap saja kita akan
gemetar. Lutut mungkin langsung terasa copot. Hati menjadi ciut.
Pikiran pun menjadi mengkeret. Dan, tak akan ada lagi, boro-boro
tahun depan, bulan depan pun mungkin sudah tak ada.
Mungkin boleh juga kita kupas cerita tentang Burt Simpson. Dia ini
polisi asal Seattle, Amerika Serikat. Nah, menurut dokter setelah
memeriksa hasil laboratorium yang rutin Simpson lakukan, hidup
Simpson diramal tak lebih dari dua minggu lagi. Simpson tentu saja
terkejut. Awalnya, dalam tugas sehari-hari, Simpson sangat takut
bila tertembak penjahat. Tapi kemudian malah berubah menjadi berani,
bahkan boleh dibilang nekat. Simpson malah mencari-cari risiko
berhadapan dengan maut. Sebab dalam otaknya, dia akan mati kapan
saja. Buat apa harus hati-hati lagi. Kalaupun ia harus mati dalam
tugas, keluarganya akan dijamin dengan tunjangan oleh negara. Tapi
kalau ia mati secara alami, negara tak bisa memberikan apa-apa
selain lencana. Begitu pikirannya. Eh, ternyata semua itu palsu.
Vonis dokter yang mengatakan gara-gara penyakit anehnya akan membuat
dia mati, tak berbuah hasil. Peluru pun malah tak mau mampir di
tubuhnya. Dua minggu telah lewat, bukan hanya Simpson yang masih
segar bugar, tapi juga koleksi para penjahat yang ia tangkap untuk
dikirim ke hotel prodeo.
Apa yang dialami Simpson memang hanya ada di film 'Short Time'. Film
komedi keluaran tahun 1990 ini menampilkan aktor kawakan Dabney
Coleman sebagai Detektif Burt Simpson. Kita memang tidak perlu
bersikap dan bertindak seperti Simpson, nekat dan selalu siap dalam
menantang maut. Pelajaran sederhana yang dapat diambil dalam film
tersebut ialah bila kita selalu mengingat akan mati, bisa jadi kita
akan selalu terus berbuat baik.
Tradisi memperingati hari ulang tahun, memang berlaku untuk siapa
saja. Tak hanya berlaku bagi setiap individu, tapi juga bagi suatu
negara. Ulang tahun, merupakan contoh bagaimana kita memperingati
suatu hari bersejarah dalam hidup kita. Oleh karena itu, setiap
tahun pun biasanya kita selalu merayakannya. Mungkin secara
sederhana, dengan mengajak makan bersama dengan keluarga atau
kolega. Atau yang lebih wah, mengajak para teman dan handai taulan
untuk pesta semalam suntuk.
Pertanyannya adalah makna apa yang sesungguhnya dapat diambil dalam
setiap ulang tahun yang kita peringati? Yang pasti, dengan
bertambahnya angka secara denominasi, tetapi justeru usia makin
berkurang. Dengan usia yang makin berkurang, artinya kita malah
makin mendekat kepada kematian itu sendiri.
Dalam suatu acara seminar, salah seorang politisi Partai Golkar,
Yusuf Sukardi, menjelaskan lima arti penting dalam memperingati hal
yang bersejarah dalam kehidupan kita. Pertama, peringatan harus
merupakan cermin atau neraca perjalanan kehidupan. Artinya, dengan
peringatan itu, kita dapat mengambil hikmah atas segala hal yang
kita perbuat di masa yang telah lalu. Kedua, sebagai pembangkit
motivasi. Suatu peringatan harus dapat memotivasi agar berbuat lebih
baik dan lebih baik lagi, serta tidak terjebak pada kesulitan yang
terjadi di masa lampau. Ketiga, sebagai alat untuk melakukan
introspeksi diri. Keempat, suatu peringatan harus dapat dijadikan
titik awal penyusunan rencana selanjutnya yang lebih baik. Dan
terakhir, yang paling penting, yaitu memaknai kehidupan hari esok
yang lebih baik.
Betul, seandainya kita dapat memaknai hidup ini dengan lebih baik,
tentu saja kita akan merasa bahwa waktu yang diberikan kepada kita
dirasakan pendek. Kita tentu akan berusaha untuk selalu terus
berbuat baik.
Itulah yang dialami oleh seorang Gitta Sessa Wanda Cantika. Walau ia
harus mati di usia muda, tapi Gitta tahu, bagaimana ia memaknai
hidup ini dengan penuh arti. Gitta Sessa Wanda Cantika, adalah
mantan artis cilik di tahun 1999. Ia dinyatakan terkena penyakit
kanker ganas yang hanya membutuhkan waktu lima hari untuk
berkembang. Gitta pun pasrah melewatkan hidupnya dengan kanker ganas
yang mengenai wajahnya, hingga akhirnya menyentuh paru parunya.
Tapi dia tetap tegar dan tanpa mengeluh sedikitpun. Hebatnya dari
gadis ini, ia tetap ingin menuntut ilmu walau dalam keadaan seperti
itu. Ejekan dari orang yang melihatnya tidak ia hiraukan. Di saat
ujian kenaikan kelas, tangannya tak mampu lagi bergerak, hingga
hidungnya mengeluarkan darah mimisan. Tapi Gitta tetap terus
bertahan hingga ujian berakhir, dan dinyatakan lulus naik kelas.
Tekadnya yang membaja terdengar ke Ibu Presiden Megawati, hingga
akhirnya Presiden memberikan penghargaaan khusus padanya sebagai
siswa teladan.
Umur Gitta mungkin dirasakan singkat baginya. Tapi sesungguhnya ia
menjalani hidupnya dengan penuh makna. Kualitas hidup seseorang
memang tidak ditentukan oleh berapa lama kita hidup. Tapi justeru
yang lebih penting, bagaimana kita mengisi hari demi hari dalam
kehidupan itu sendiri dengan penuh arti. That's right, Brother?
(180808)
Sumber: Memaknai Hari Ulang Tahun oleh Sonny Wibisono,
penulis,tinggal di Jakarta.
Minggu, 18 April 2010
PILIHAN..

Musafir bijak berpesan..
Hidup itu harus dijalani..
Seorang ayah bernasehat..
Hidup itu harus dijaga..
manusia arif berkata..
Hidup itu pilihan..
.
AKU SETUJU
Hidup itu pilihan..
Pilihan untuk bertahan..
Atau menyerah..
Hidup itu pilihan..
Pilihan untuk berubah..
Atau pasrah..
Hidup itu pilihan..
Pilihan untuk berguna..
Atau hanya jadi sampah..
Hidup itu pilihan..
Pilihan untuk berbuat bijak..
Atau berbuat jahat..
.
SETIAP PILIHAN YANG KITA AMBIL PUN AKAN DIIKUTI PILIHAN_PILIHAN BERIKUTNYA
Ketika kita memilih untuk berbuat salah..
Kita diberi pilihan..
Apakah memperbaiki atau membiarkan..
Ketika kita memilih untuk menyakiti..
Kita diberi pilihan..
Apakah meminta maaf atau acuh saja..
Ketika kita memilih untuk mencintai seseorang..
Kita diberi pilihan..
Apakah menjaga rasa itu atau menodainya..
Ketika kita memilih untuk jadi seorang kepala keluarga..
Kita diberi pilihan..
Apakah menjadi seorang yang adil atau semena-mena..
.
BAHKAN PILIHAN TERSULIT PUN AKAN DIIKUTI PILIHAN BERIKUTNYA
Hanya satu hal yang tidak pernah kita pilih..
Kita tidak pernah memilih untuk DILAHIRKAN..
Tapi tetap ada banyak pilihan bagi kita setelah itu..
Jangan biarkan DILAHIRKAN itu menjadi pilihan yang salah dan sia-sia..
Jadi renungkanlah dengan bijak dalam memilih jalan hidup kita..
Berhenti Berharap..
Teringatku akan kalimat yang tertera dalam kesucian…
Lelaki yang baik untuk wanita yang baik..
Jiwaku tersadar dan melapuk tak sekuat dulu..
Ternyata terlalu banyak kekhilafan diriku selama ini..
Nyata tak layak lagi ku mengharapkanmu..
Walau ditimbang tahunan penantian dan kesetiaan..
Tetap saja bukan itu hakikatnya..
Karena simpulmu tak ada padaku..
Kini… Harus kutanggalkan dulu tali itu disini..
Kuikatkan pada dahan yang nampak bisa kuingat..
Mungkin suatu saat nanti aku akan mengambilnya lagi..
Ketika imanku sudah kembali pantas..
Cinta ini tak kuhilangkan..
Karena menjaganya selama ini sudah melelahkan..
Aku akan tetap mempertahankannya..
Walau kini tiada harap didalamnya..
Lelaki yang baik untuk wanita yang baik..
Jiwaku tersadar dan melapuk tak sekuat dulu..
Ternyata terlalu banyak kekhilafan diriku selama ini..
Nyata tak layak lagi ku mengharapkanmu..
Walau ditimbang tahunan penantian dan kesetiaan..
Tetap saja bukan itu hakikatnya..
Karena simpulmu tak ada padaku..
Kini… Harus kutanggalkan dulu tali itu disini..
Kuikatkan pada dahan yang nampak bisa kuingat..
Mungkin suatu saat nanti aku akan mengambilnya lagi..
Ketika imanku sudah kembali pantas..
Cinta ini tak kuhilangkan..
Karena menjaganya selama ini sudah melelahkan..
Aku akan tetap mempertahankannya..
Walau kini tiada harap didalamnya..
Jumat, 16 April 2010
We Are The world...
There comes a time
When we head a certain call
When the world must come together as one
There are people dying
And it’s time to lend a hand to life
The greatest gift of all
We can’t go on
Pretending day by day
That someone, somewhere will soon make a change
We are all a part of
God’s great big family
And the truth, you know love is all we need
[Chorus]
We are the world
We are the children
We are the ones who make a brighter day
So let’s start giving
There’s a choice we’re making
We’re saving our own lives
It’s true we’ll make a better day
Just you and me
Send them your heart
So they’ll know that someone cares
And their lives will be stronger and free
As God has shown us by turning stone to bread
So we all must lend a helping hand
[Chorus]
We are the world
We are the children
We are the ones who make a brighter day
So let’s start giving
There’s a choice we’re making
We’re saving our own lives
It’s true we’ll make a better day
Just you and me
When you’re down and out
There seems no hope at all
But if you just believe
There’s no way we can fall
Well, well, well, well, let us realize
That a change will only come
When we stand together as one
[Chorus]
We are the world
We are the children
We are the ones who make a brighter day
So let’s start giving
There’s a choice we’re making
We’re saving our own lives
It’s true we’ll make a better day
Just you and me
~~~yang punya blog~~~
Lagunya dinyanyiin secara keroyokan sama Michael Jackson, Lionel Richie, Cindy Lauper, Steve Wonder, Bruce Sprigsteen & lain-lain, tapi bukan karena MJ udah meninggalkan kita semua jadi aku ikutan posting salah satu lagu yang ada MJnya, tapi lagu ini bener-bener bagus, ada spirit kebersamaan …
siapapun yang menang nanti dalam pertarungan Pilkada Kota Palu, harus membuktikan bahwa program-program yang disampaikan saat kampanye dapat dilaksanakan dengan baik, jangan arogan … buat yang kalah, berlapang dada dan berjiwa besar untuk menerima kekalahan dan bisa bekerja sama untuk membangun Kota Palu tercinta ini ke arah yang lebih baik lagi.
When we head a certain call
When the world must come together as one
There are people dying
And it’s time to lend a hand to life
The greatest gift of all
We can’t go on
Pretending day by day
That someone, somewhere will soon make a change
We are all a part of
God’s great big family
And the truth, you know love is all we need
[Chorus]
We are the world
We are the children
We are the ones who make a brighter day
So let’s start giving
There’s a choice we’re making
We’re saving our own lives
It’s true we’ll make a better day
Just you and me
Send them your heart
So they’ll know that someone cares
And their lives will be stronger and free
As God has shown us by turning stone to bread
So we all must lend a helping hand
[Chorus]
We are the world
We are the children
We are the ones who make a brighter day
So let’s start giving
There’s a choice we’re making
We’re saving our own lives
It’s true we’ll make a better day
Just you and me
When you’re down and out
There seems no hope at all
But if you just believe
There’s no way we can fall
Well, well, well, well, let us realize
That a change will only come
When we stand together as one
[Chorus]
We are the world
We are the children
We are the ones who make a brighter day
So let’s start giving
There’s a choice we’re making
We’re saving our own lives
It’s true we’ll make a better day
Just you and me
~~~yang punya blog~~~
Lagunya dinyanyiin secara keroyokan sama Michael Jackson, Lionel Richie, Cindy Lauper, Steve Wonder, Bruce Sprigsteen & lain-lain, tapi bukan karena MJ udah meninggalkan kita semua jadi aku ikutan posting salah satu lagu yang ada MJnya, tapi lagu ini bener-bener bagus, ada spirit kebersamaan …
siapapun yang menang nanti dalam pertarungan Pilkada Kota Palu, harus membuktikan bahwa program-program yang disampaikan saat kampanye dapat dilaksanakan dengan baik, jangan arogan … buat yang kalah, berlapang dada dan berjiwa besar untuk menerima kekalahan dan bisa bekerja sama untuk membangun Kota Palu tercinta ini ke arah yang lebih baik lagi.
Sabar Ya, Say...
Aku bukan orang yang sabar. Setidaknya kurang sabar dan tidak sabaran. Tapi kali ini aku mengajak diriku untuk belajar tentang sabar.
Setiap kali mengadu atau mengeluhkan tentang sesuatu hal, kata pertama yang kudengar adalah, “Sabar ya, say…”. Ucapan ini mampu membuatku menahan diri, menguatkan diri dan menghidupkan tombol pikiran positifku. Tanpa sadar, ucapan untuk sabar ini menjadi obat pertama dalam suatu masalah.
Buatku sabar ternyata mampu melonggarkan ikatan kesal, sumpek, sakit dll, juga mendinginkan rasa marah yang membakar. Membuat hati terasa lebih longgar dan adem. Lebih manjur dari analgesik manapun.
Tapi pada kenyatannya tidak selalu mudah menerapkan sabar ini. Ibarat api, kita butuh air yang cukup untuk memadamkannya, semakin besar kobaran api semakin dibutuhkan banyak air untuk memadamkannya.
Hingga suatu saat aku berpikir, mulai dari mana kah harus menyiapkan kesabaran? Sebelum melakukan sesuatu atau sesudahnya?
***
Ketika seorang teman bercerita tentang cintanya yang kandas di rerumputan *halah, ebiet banget!*, kukatakan padanya, “Sabar ya, friend…”, tapi sejurus kemudian aku tersadar dan sebuah pertanyaan konyol muncul di kepalaku, “apakah sabar itu setelah cintanya kandas, atau ini akibat ketidaksabarannya ketika akan/sedang menjalin cinta?”
Lho, masa jadian kudu sabar dulu?
Kupikir sih begitu.
Sabar sebelum jadian, sebelum menikah atau sebelum melakukan suatu hal, berarti mempertimbangkan segala sesuatunya, membuat perhitungan matang. Menyiapkan diri, lahir dan batin. Tidak hanya tergesa-gesa mengambil keputusan.
Sabar adalah menakar ukuran air yang tepat untuk seukuran beras ke dalam panci sebelum ditanak. Sabar dalam memasak adalah menyalakan api dengan nyala yang sedang, tidak kekecilan dan tidak kebesaran hingga nasi jadi kerak atau gosong
Lalu bila karena satu dan lain hal —misalnya ternyata berasnya jenis yang lembek dan air ukuran biasa aja sudah kebanyakan, atau karena buru-buru asal tuang air aja— beras yang ditanak bukan jadi nasi tapi malah jadi bubur, maka sabar adalah berupaya mengolah bubur hambar menjadi bubur ayam yang nikmat. Menambahkan bumbu dan garam, suwiran ayam dan emping mlinjo. Yuuummy deh!. Bubur beras tetap dapat dinikmati, bikin kenyang dan setidaknya belajar tentang suatu hal yaitu: setiap manusia pasti pernah melakukan kesalahan. Dan orang bijak telah mengajari bahwa salah bukan jadi masalah, selama mau bangkit dan belajar dari kesalahan, sebab keledai saja tidak mau jatuh pada lubang yang sama.
untuk membangun suatu hubunganpun, dibutuhkan kesabaran yang cukup untuk menjalaninya. Seberapa besar kesabaran yang dibutuhkan akan sebanding dengan sebesar apa tujuan awal membina hubungan. Kalau asal jatuh cinta dan pengen jadian (hanya pengen punya pacar atau terbebas dari status jomblo) maka siklusnya akan berhenti pada waktu yang singkat. Bila gak sabar ngadepin pasangan dengan kekurangan di sana-sini, nggak sabar menambal kebocoran hubungan, gak sabar menghadapi tantangan dan hambatan, nggak teguh menaklukkan badai dan gelombang maka percayalah, kapal yang kalian tumpangi mungkin akan karam dalam hitungan bulan.
Tapi bila memang tidak ada lagi yang bisa dipertahankan, ya jangan konyol dengan membiarkan diri tenggelam bulat-bulat, apalagi jadi santapan hiu. Itu sih bukan sabar namanya, tapi konyol!. Pengalaman adalah pelajaran paling berharga, dan nakhoda ulung tidak lahir di lautan dangkal.
Berikan kesempatan pada diri sendiri untuk berasakan sakit dan pedih karena cinta atau karena hubungan yang kandas. Setelah itu bangkitlah dengan senyum dan keyakinan bahwa diri sendiri cukup berharga untuk mencintai dan dicintai, hanya mungkin belum bertemu orang yang tepat.
Siapkan kesabaran untuk memulai siklus dari awal. Sabar menanti waktu yang tepat, sabar memilih pasangan, sabar memahaminya, sabar sebelum mengambil keputusan, sabar dalam menjalani keputusan untuk membina hubungan, sabar dalam kebahagiaan dan sukacita, sabar menghadapi masalah, sabar dalam memahami, sabar menerima segala konsekuensi, sabar bila akan mengakhiri atau memutuskan hubungan, sabar dalam menata hati dan perasaan, sabar menghadapi dukacita, sabar untuk tak henti belajar dari kehidupan, dan sabar untuk bangkit dan membenahi diri, dan seterusnya. Sebab kehidupan adalah siklus yang akan berulang, sampai tarikan nafas berakhir.
*Salut deh, Anda termasuk orang yang sabar bila membaca tulisan ini sampai tuntas*
Ya Allah, jadikan sabar selalu indah buat aku…
Langganan:
Postingan (Atom)
